Beberapa Alasan Harga Properti Semakin Naik di Tahun 2024!

Siapa yang belum tahu, kalau harga properti akan selalu mengalami kenaikan di setiap tahunnya? Banyak dari praktisi yang memprediksi, bahwa segmen ini cukup tahan banting dari tahun ke tahun. Pilihan investasi jangka panjang sangat tepat untuk masa depan kamu. Contohnya, kamu dapat memilih Aparkost The Millennial City Cikarang, hunian yang dapat kamu jadikan sebagai investasi atau hunian. Tentunya harga jual properti akan melambung di setiap tahunnya. Meningkatnya harga properti sangat bervariasi dan dapat melambung atau menurun di setiap tahunnya. Hal ini dapat terjadi kapan saja, termasuk saat kondisi ekonomi negara sedang tidak stabil. 

Lantas, apa yang menjadi penyebab harga properti semakin naik di tahun 2024? Ternyata, terdapat beberapa alasan yang setidaknya bisa menjadi gambaran bagi kamu yang ingin berinvestasi properti.

1. Terjadinya Inflasi Ekonomi

Terjadinya Inflasi Ekonomi juga bisa menjadi salah satu faktor yang menyebabkan harga properti semakin naik. Inflasi ekonomi merupakan fenomena di mana harga-harga barang dan jasa secara umum naik, sehingga daya beli mata uang menurun. Dalam konteks properti, inflasi ekonomi dapat memengaruhi harga properti dalam beberapa cara. Salah satunya, yaitu saat terjadi inflasi biaya bahan bangunan, tenaga kerja, dan biaya konstruksi umumnya juga meningkat. Hal ini bisa menyebabkan pengembang properti menaikkan harga jual properti baru untuk mengimbangi biaya yang lebih tinggi.

2. Jumlah Penduduk Terus Bertambah

Peningkatan jumlah penduduk dapat menjadi faktor yang signifikan dalam mendorong kenaikan harga properti. Saat jumlah penduduk suatu wilayah terus bertambah sementara ketersediaan properti tidak sebanding. Permintaan akan properti dapat melonjak yang pada gilirannya dapat mendorong harga naik. Dengan lebih banyak orang yang mencari tempat tinggal atau investasi, permintaan akan properti meningkat. Namun demikian, perlu diingat bahwa kenaikan harga properti dipengaruhi oleh banyak faktor lainnya juga, seperti kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, dan tren pasar properti.

3. Investor Mulai Mencari Keuntungan

Meningkatnya minat investor dalam mencari keuntungan dari investasi properti dapat menjadi faktor tambahan yang mendorong kenaikan harga properti. Properti sering dianggap sebagai aset yang memberikan potensi keuntungan jangka panjang. Investor sering mencari properti yang dapat memberikan pengembalian investasi yang tinggi melalui apresiasi nilai properti atau pendapatan sewa.

Dari praktik investasi, para investor akan mengamati kondisi ekonomi, daya beli masyarakat, dan lain-lain untuk menentukan harga yang menguntungkan. Saat harga properti telah menunjukkan tren kenaikan yang kuat dalam beberapa waktu, investor cenderung melihat properti sebagai investasi yang menarik. Hal ini dapat menciptakan minat investor yang lebih besar untuk mendorong harga properti naik lebih lanjut.

4. Meningkatnya Tingkat Ekonomi

Meningkatnya tingkat ekonomi suatu wilayah atau negara dapat menjadi faktor yang mendukung kenaikan harga properti. Beberapa hal yang dapat mendorong kenaikan harga properti, meliputi peningkatan pendapatan, investasi yang menarik, peningkatan optimisme, dan lain sebagainya. Namun, penting untuk diingat bahwa kenaikan harga properti tidak hanya disebabkan oleh satu faktor tunggal, tetapi oleh sejumlah faktor yang saling terkait, termasuk keadaan ekonomi, permintaan dan penawaran properti serta kebijakan pemerintah.

Dilihat melalui sisi penjual, peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat merupakan peluang untuk menyesuaikan harga barang dan jasa, termasuk harga properti. Oleh karena itu, kamu tidak perlu heran apabila harga properti di Indonesia diperkirakan akan mengalami kenaikan pada tahun 2024.

5. Semakin Terbatasnya Lahan Permukiman

Ketersediaan lahan yang semakin terbatas untuk permukiman adalah salah satu faktor penting yang dapat mendorong kenaikan harga properti. Apabila lahan yang cocok untuk pengembangan properti semakin langka, maka permintaan properti yang ada akan meningkat. Pada gilirannya, hal ini dapat mendorong harga properti naik. Semakin terbatasnya lahan permukiman adalah salah satu faktor yang dapat menyebabkan harga properti naik. Terutama di daerah yang sudah padat penduduk atau diminati secara ekonomi.

Seperti layaknya hukum ekonomi, kelangkaan suplai dapat membuat harga barang meningkat. Tentunya hal ini juga terjadi pada pasar properti. Semakin menipisnya lahan untuk hunian, terutama di kota-kota besar dan sekitarnya membuat harga properti semakin mahal. Kawasan yang dulu dipandang sebelah mata, seperti Cikarang di Bekasi, Jawa Barat. Saat ini telah berkembang menjadi kawasan hunian kelas menengah atas. Sebelum harganya semakin meningkat, kamu dapat segera miliki Aparkost The Millennial City Cikarang, sebagai investasi atau hunian.

Sobat Millennial dapat mengunjungi Marketing Gallery kami, buka setiap hari termasuk hari libur pukul 08.00-22.00

Referensi: cnbcindonesia.com dan sinarmasland.com

Post a comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kirimkan Brosur dan Pricelist TMC